Kidung

By wass

Sejatinya kidung, mengalun dalam diri
Mengalir memenuhi, tiap rongga yang ada
Semuanya bermakna, tidak ada yang tersisa
Saling menunjang, tidak saling mencela

Yang kalian lihat, seakan berbeda sifat
Ketika halnya, kalian pisah-pisahkan
Sementara Sang Pencipta, telah menundukkan
Berdampingan akur, selaras saling menjaga

Kalian lihat api, itu menyala
Membakar jiwa, membakar raga
Kalian lihat air, mengalir bening
Membasuh jiwa, menjaga raga

Jangan terlalu, dalam menilai
Mungkin yang terlihat, tidak lah sama
Maka cobalah membaca, bertanya padanya
Siapa tau hadir, ia ungkapkan rahasia

Tinggalkan umpatan, yang tidak terasa
Membicarakan teman, bagaikan lawan
Maka tuduhan buruk, malah jatuh dipangkuan
Disangka beruntung, malah terhina dan terbuang

Ketahui musuhmu, dia paham halmu
Kekurangan dan kelebihan, menjadi kendaraan
Maka kembalilah, menjaga lisan
Perkataan yang lahir, juga yang batin

Hanya dengan tuntunan, kembali ke hadapan
Yang telah mencipta, Yang telah memberi rasa
Meminta ampun, meminta anugrah
Maka serahkan semua, dengan keikhlasan

(Untuk orang yang tak mau mendengarkan)

Leave a Reply