Sejatinya kidung, mengalun dalam diri
Mengalir memenuhi, tiap rongga yang ada
Semuanya bermakna, tidak ada yang tersisa
Saling menunjang, tidak saling mencela
Yang kalian lihat, seakan berbeda sifat
Ketika halnya, kalian pisah-pisahkan
Sementara Sang Pencipta, telah menundukkan
Berdampingan akur, selaras saling menjaga
Kalian lihat api, itu menyala
Membakar jiwa, membakar raga
Kalian lihat air, mengalir bening
Membasuh jiwa, menjaga raga
Jangan terlalu, dalam menilai
Mungkin yang terlihat, tidak lah sama
Maka cobalah membaca, bertanya padanya
Siapa tau hadir, ia ungkapkan rahasia
Tinggalkan umpatan, yang tidak terasa
Membicarakan teman, bagaikan lawan
Maka tuduhan buruk, malah jatuh dipangkuan
Disangka beruntung, malah terhina dan terbuang
Ketahui musuhmu, dia paham halmu
Kekurangan dan kelebihan, menjadi kendaraan
Maka kembalilah, menjaga lisan
Perkataan yang lahir, juga yang batin
Hanya dengan tuntunan, kembali ke hadapan
Yang telah mencipta, Yang telah memberi rasa
Meminta ampun, meminta anugrah
Maka serahkan semua, dengan keikhlasan
(Untuk orang yang tak mau mendengarkan)