Hadiah Terunikku

By wass

Dalam tidurku…
Kulihat ia sesosok tubuh wayang yang ringkih
Tergeletak bergulingan kekanan dan kekiri
Sosok kuning langsat lelaki ideal
Tetapi tetaplah berwujud wayang
Ku angkat kepalanya diatas kedua sila kakiku
Ku bacakan solawat ke kupingnya hingga tiga kali
Solawat yang separuhnya aku tidak pernah baca sebelumnya

Sekian lama aku abaikan …

Dalam tidurku…
Kulihat gadis yang selalu diiringi
Kemanapun aku pergi ia selalu hadir
Secepat apapun aku perlari
Sedalam apapun aku terjatuh
Berdua mereka selalu beriringan hadir untukku
Kalau ditengah kumpulan lelaki
Tetap saja ia hanya mau denganku
Bercakap tentang hal yang menyenangkan
Makin kutatap wajahnya makin indah elok rupanya
Manusiakah atau apa gadis ini?

Yang satu ini tidak bisa ku abaikan …

Setelah solat awal malamku
Makin menjadi kegundahan pikiranku
Apa arti semua itu?
Bukannya zikir dan do’a, malah merebahkan diri
Berguling kekanan dan kekiri!
Beberapa saat bagai tak sadar diri …
Ingat lagi dan menjalani apa yang mesti …

Malam itu guruku cerita laduni
Dikira akan diberi
Eh, hanya bercerita sang penggembala
Bukan yang susah dengan puasa 40 harinya
Tapi yang mudah dengan solawat 70 untuk 70 jum’atnya!
Oh, ternyata ini sang kekasihku
Sebuah do’a bagi nabiku
Lengkap sudah separuh yang tidak pernah aku baca dulu
Ia tuliskan untukku

Terima kasih untuk Abdul Hamid guruku

Leave a Reply