Archive for the ‘Puisi’ Category

Siapa bilang merdeka

October 20, 2008

Tujuhbelasan menghampiri malam mingguku 2008
Merenung disini tanpa banyak makna
Bagaimana bisa bilang merdeka…

Merdeka itu jika hanya takut kepada Allah dan rosul-Nya saja
Sedang aku belum merdeka

Taqlid

March 14, 2008

jalan yang indah

tanpa perlu tau semua

tanpa perlu banyak cerita

jalani saja

akan tersingkap

bila Sang Pembuka hijab membuka

hilanglah ia

Bertahun Diam

December 1, 2007

puasaku puasa bisu
tak ada tema yang keluar dan tersampaikan
hanya berkeliling diufuk fikir
sesekali keluar dalam ulir ukir

kini saat berbuka
ungkapkan kata bermakna
jauhkan diri dari sia-sia
sampaikan dengan lantang bersahaja
bahwa kau bisa
dengan izin dan ridho-Nya

wassalam Senyum manis

Terbayang

November 30, 2007

harap itu cemas
saat ia datang, aku jadi riang
saat ia pergi, hati jadi bimbang
saat ia jauh, hati tetap terngiang

luruh aku dalam gambarnya
hadirnya di depan pelupuk mata…

Salam

Jodoh

November 30, 2007

kalau jodoh tak ‘kan kemana…
kalau lah bukan jodoh suka kemana-mana…
cenderungkan aku dengan jodohku ya Allah

Salam

Rindu

November 14, 2007

santun tersipumu
menghiasi warna batinmu
menghembuskan angin sejuk
menerpa asa jiwa

kidung itu pun bernyanyi
walau sedih diri ini sendiri
mengenang semuanya tentang dia
bergelora rindu di dada

akankah kutemukan sosok ia
mengisi kembali relung jiwa
menghiasi seluruh asa
penuh harap yang tiada tara

oh… rindu mengapa harus yang ini
mengapa datang membayangi pandangan mata khayalku lagi

( buat yang lagi rindu aj-ja. salam  Senyum manis Yiiihaaaa! )

Tunggu waktu

September 22, 2007

sore ini
adakah diantara kalian
yang berbicara serasa tempe goreng
memberikan wejangan sesegar dewegan
mak nyesss

ya sudahlah
memang mesti tunggu waktu
diisi dengan ini itu
ya kan kudu begitu

(selamat menunggu azan maghrib romadon ini Senyum manis wassalam)

Ilmu Padi

August 7, 2007

aduhai
aku yang berilmu padi…
makin kosong
makin tegak berdiri!

Pencarian

May 24, 2007

awalnya menerima
tanpa sanggah tanpa tanya
berikutnya mencoba
menjalani menyelami
tengahnya tengok kanan kiri
ternyata tidak satu tetapi bermacam cara
esoknya timbang sana timbang sini
bersiap berbenah diri
akhirnya memilih
menggabungkan apa yang mesti

salam.

Pandangi Diri

May 24, 2007

bagaimana tidak terpana
baru saja melihat diri
ketika amal, ilmu, akal, hati, jiwa, rasa, rafsu, qalbu hadir dihadapan
ketika sinar menerpanya berpendarlah …

siapa yang tidak menyaksikan ini
sedang itu bagian yang dekat
bagaimana mengingini yang dianggap jauh di atas sana
padahal ia tidak terkena sifat perubahan dan fana

Dia tak membutuhkan jarak untuk disebut dekat
Dia tak bersinggungan karena bukan benda
Dia bukan ruh karena bukan isi
Dia tidak diisi karena Dia bukan tempat

sungguh sifat yang tidak bisa disifat
hanya Dialah yang tau
tauku hanya sedikit yang Dia izinkan
tauku hanya sekehendak Ar-Rohman

tak berani lagi aku kini
tak kuat lagi aku kini
tak sanggup lagi aku kini
kecuali dengan keinginan-Nya

hidup mati adalah milik-Nya
hanya mengingini jauh dekat dianggap sama
ada dan tiada, tidak berbeda
semoga jalan ini dalam ridho-Nya.

salam.

Hadiah Terunikku

March 31, 2007

Dalam tidurku…
Kulihat ia sesosok tubuh wayang yang ringkih
Tergeletak bergulingan kekanan dan kekiri
Sosok kuning langsat lelaki ideal
Tetapi tetaplah berwujud wayang
Ku angkat kepalanya diatas kedua sila kakiku
Ku bacakan solawat ke kupingnya hingga tiga kali
Solawat yang separuhnya aku tidak pernah baca sebelumnya

Sekian lama aku abaikan …

Dalam tidurku…
Kulihat gadis yang selalu diiringi
Kemanapun aku pergi ia selalu hadir
Secepat apapun aku perlari
Sedalam apapun aku terjatuh
Berdua mereka selalu beriringan hadir untukku
Kalau ditengah kumpulan lelaki
Tetap saja ia hanya mau denganku
Bercakap tentang hal yang menyenangkan
Makin kutatap wajahnya makin indah elok rupanya
Manusiakah atau apa gadis ini?

Yang satu ini tidak bisa ku abaikan …

Setelah solat awal malamku
Makin menjadi kegundahan pikiranku
Apa arti semua itu?
Bukannya zikir dan do’a, malah merebahkan diri
Berguling kekanan dan kekiri!
Beberapa saat bagai tak sadar diri …
Ingat lagi dan menjalani apa yang mesti …

Malam itu guruku cerita laduni
Dikira akan diberi
Eh, hanya bercerita sang penggembala
Bukan yang susah dengan puasa 40 harinya
Tapi yang mudah dengan solawat 70 untuk 70 jum’atnya!
Oh, ternyata ini sang kekasihku
Sebuah do’a bagi nabiku
Lengkap sudah separuh yang tidak pernah aku baca dulu
Ia tuliskan untukku

Terima kasih untuk Abdul Hamid guruku

Kicau Burung

January 25, 2007

lihatlah burung itu telah melayang
suatu saat akan kembali pulang
menukik membawa apa yang ada
dengan cara apa pun jua

memang bukan sekedar harap
perlu cari tau apakah sebab
ditilik dengan hati
diraba dengan rasa

hitunglah kepakannya
betapa banyak usahanya
disetiap ada sempat dan saat
tetap saja ia lantunkan kicau rahasianya

perlu faham tentang takdir
menimbang isi dengan takaran
kalimat apa yang telah terlontar
itukah kata-kata yang telah menjadi do’a

bulu di sayap ia helai dengan paruhnya
sebelum dan sesudah kelananya
satu per satu ia rapihkan susunannya
kini nampak bagus corak warna bulunya

gumamanmu adalah kata-kata
walau aku tidak mendengarnya
pasti ada satu yang selalu mendengarnya
janganlah lengah mengawasinya

sang burung tiada putus asa
mengitari padang mencari hajatnya
mengepak sayap menerjang angin
lalu-lalang di tepian sungai

aku ada disini
dikelilingi oleh puluhan cerita
entah baik atau buruk
hanya berusaha menikmatinya

kicau riuhnya kian meredup
saat sang burung melihat lembayung senja
saatnya merebahkan diri bersama alam
kembali hening dalam pangkuan

sadarmu adalah kumpulan rasa
bekalmu yang utama
terima kasih kepada Sang Pencipta rasa
kini kau diminta untuk mengingat-Nya

Salam.